
Seorang Tentara Tuntut Keadilan Usai Anaknya Dibunuh Secara Tragis
Seorang anggota TNI yang bertugas di satuan Tempur Nasional menggelar aksi emosional di depan Mapolres Jakarta Selatan, Senin (12/1/2026). Dengan seragam dinasnya masih dipakai, ia memegang foto anaknya yang tewas secara tragis sambil menyerukan tuntutan agar kasus tersebut segera diungkap secara tuntas.
Prajurit yang bernama Sertu Ardiansyah (42) itu hadir bersama keluarga besar, kerabat, dan sejumlah rekan seperjuangan. Tangis dan kesedihan tak mampu disembunyikan saat ia berulang-ulang menyampaikan permintaan agar aparat kepolisian menangkap dan menghukum pelaku pembunuhan terhadap putra semata wayangnya, Fauzan (15).
“Saya tidak ingin balas dendam… saya hanya ingin keadilan untuk anak saya, anak kandung saya yang tidak pernah menyakiti siapa pun,” ujar Ardiansyah dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca. “Siapa pun pelakunya, saya berharap hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.”
Kronologi Tragedi
Menurut keterangan keluarga dan saksi, peristiwa tragis itu terjadi pada malam Minggu lalu di permukiman dekat Jalan Menteng, Jakarta Pusat. Fauzan ditemukan tewas di gang sempit dekat rumah dengan luka-luka yang mengarah pada kekerasan fisik yang parah. Warga sekitar menyatakan sempat mendengar suara ribut-ribut beberapa jam sebelumnya.
Keluarga segera melaporkan kejadian tersebut ke polisi pada dini hari, dan jenazah Fauzan dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan forensik. Hasil awal autopsi menunjukkan adanya sejumlah luka yang tidak wajar di tubuh remaja tersebut.
Respons Aparat Kepolisian
Kapolres Jakarta Selatan, AKBP Bayu Adi Prabowo, menyatakan bahwa pihaknya telah menetapkan tim khusus untuk menyelidiki kasus ini. “Kami sudah memeriksa beberapa saksi, mengumpulkan barang bukti, dan bekerja sama dengan tim forensik untuk memastikan penyebab kematian dan siapa saja yang terlibat,” jelasnya di hadapan media.
Pihak kepolisian belum mengumumkan tersangka. Namun Polres berjanji akan memberikan perkembangan kasus secara terbuka kepada publik.
“Tidak ada yang kebal hukum,” tegas AKBP Bayu. “Kami akan bekerja seadil-adilnya dan secepat mungkin untuk menjawab keresahan keluarga serta masyarakat.”
Dukungan dan Sorotan Publik
Kasus ini menarik simpati dari berbagai elemen masyarakat. Sejumlah organisasi masyarakat sipil mendesak kepolisian bekerja profesional tanpa tekanan atau campur tangan apapun.
“Saya turut berduka cita atas kehilangan keluarga ini. Negara harus hadir dan melindungi setiap warga negaranya, terutama anak-anak,” ujar seorang aktivis HAM yang hadir di lokasi aksi.
Pesan Sang Ayah
Di akhir konferensi pers spontan di halaman Mapolres, Ardiansyah kembali menegaskan bahwa ia hanya ingin proses hukum yang adil dan transparan. “Saya seorang tentara, saya tunduk pada aturan. Saya percaya keadilan akan terwujud. Jangan biarkan anak saya pergi sia-sia…”
Perkembangan Selanjutnya
Kepolisian berjanji akan membeberkan hasil penyelidikan dalam 7×24 jam mendatang, termasuk jika sudah ada penetapan tersangka. Sementara itu, pesan dukungan terus mengalir dari masyarakat melalui media sosial.